KISAH-KISAH AL-QUR’AN


KISAH-KISAH AL-QUR’AN

A. Pengertian Kisah
Kisah berasal dari dari kata al-qassu yang erarti mencari atau mengikuti jejak. Dikatakan قصصت أثرة yang artinya adalah “saya mengikuti atau mencari jejaknya.” Kata al-Qasas adalah bentuk masdar. Firman Allah: فارترا عل اثارهما قصصا maksudnya kedua orang itu kembali lagi untuk mengikuti jejak dari mana keduanya itu datang. Qasas yang berarti berita yang erurtan. Firman Allah:ان هذا لهو القصص الحق (sesungguhnya ini adalah berita yang benar). Sedang al-qissah berarti urusan, berita perkara dan keadaan.
Qasas al-Qur’an adalah pemberitahuan qur’an tentang hal ihwal umat yang telah lalu. Nubuwat kenabian yang terdahulu dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, qur’an banyak mengandung keterangan tentang kejadian masa lalu. Sejarah bangsa-bangsa, keadaan negeri-negeri dan peninggalan ataupun jejak setiap umat. Ia menceritakan semua keadaan mereka dengan cara menarik dan mempesona.
Suatu peristiwa yang berhubungan dengan sebab dan akibat dapat menarik perhatian para pendengar. Apa pelajaran mengenai berita-berita bangsa terdahulu, rasa ingin tahu merupakan faktor yang apling kuat dapat menanamkan kesan peristiwa tersebut ke dalam hati. Dan nasehat dengan tutur kata yang disampaikan tanpa variasi tidak mampu menarik perhatian akal, bahkan semua isinya pun tidak akan bisa di pahami.akan tetapi bila nasehat itu dituangkan dalam bentuk kisah yang menggambarkan peristiwa dalam realita kehidupan maka akan terwujudlah dengan jelas tujuannya.orangpun akan merasa senang mendengarkanya, memperhatikannya dengan penuh kerinduan dan rasa ingin tahu, dan pada akhirna ia akan terpengaruh dengan nasehat dan pelajaran yang terkandung di dalamnya.
Kisah-kisah dalam al-qur’an adalah sebenar-benarnya kisah, berdasarkan firman Allah SWT yang artinya: “Dan siapakan yang benar perkataannya dari pada Allah?” (Q.S.an-Nisaa’:87). Karena kisah-kisah tersebut merupakan kisah-kisah terbaik.
Karena kisah-kisah tersebut mengandung nilai balagah dan makna yang sangat tinggi kesempurnaannya. Dan kisah-kisah dalam al-Qur’an merupakan kisah-kisah yang paling besar manfaatnya. Yang demikian itu karena sangat kuatnya pengaruh yang muncul untuk memperbaiki hati, amal dan akhlak.

Macam-Macam Kisah Dalam Al-Qur’an
1. Kisah-kisah para Nabi dan Rasul. Kisah ini mengandung dakwah mereka kepada kaumnya, mu’jizat-mu’jizat yang memperkuat dakwahnya. Sikap orang-orang yang memusuhina, tahap-tahapan dakwah dan perkembangannya serta akibat-ajibat yang diterima oleh mereka yang mempercayai dan golongan yang mendustakan. Dan apa saja yang terjadi antara mereka dengan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir.
2. Kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwayang terjadi pada masa lalu dan orang-orang yang tidak dipastikan kenabiannya. Dan terdapat juga beberapa peristiwa yang mengandung pelajaran dari apa yang mereka lami.
3. Kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah, seperti perang badar dan perang uhud, dalam surah Ali Iman. Perang Hunain dan perang Tabuk dala surah at-Taubah. Perang Ahzab dalam surah al-Ahzab, hijrah, isra’ dan lain-lainnya.

B. Faedah Kisah-Kisah Qur’an
Ada hikmah yang sangat banyak dan besar di balik kisah-kisah di alam al-qur’an tersebut. Diantaranya:
1. Menjelaskan asas-asas dakwah menuju Allah dan menjelaskan pokok-pokok syari’at yang dibawa oleh para Nabi
“dan kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu melainkan kami mewahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahilah olehmu sekalian akan Aku.” (al-Anbiya’)
2. Meneguhkan hati Rasulullahdan hati umat nabi Muhammad atas agama allah, memperkuatkepercayaan orang mukmin tentang menangna kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya kebatilan dan para pembelanya.
“Dan semua kisah Rasul-rasul yang kami ciftaan kepadamu adalah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu: dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran serta penajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.”
3. Membenarkan para nabi terdahulu, menghidupkan kenangan terhadap mereka serta mengabaikan jejak dan peninggalannya.
4. Menampakkan kebenaran Muhammad dalam dakwahnya dengan apa yang diberitakannya tentang hal ihwal orang-orang terdahulu disepanjang kurun dan generasi.
5. Menyibak kebohongan ahli kitab dengan hujjah yang membeberkan keterangan dan petunjuk yang mereka sembunyikan, dan menantang mereka denga isi kitab mereka sendiri sebelum kitab itu diubah dan diganti.
6. Kisah termasuk salah satu bentuk sastra yang dapat menarik perhatian paea pendengar dan memantapkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya ke dalam jiwa.

C. Pengulangan Kisah Dan Hikmahnya
Qur’an banyak mengandung berbagai kisah yang di ungkapkan berulang-ulangdi beberapa tempat. Sebuah kisah terkandung berkali-kali disebutkan dalam qur’an di kemukakan dalam yang berbeda-beda. Di satu tempat ada bagian-bagian yang diungkapkan, sedangkan di tempat lain di akhirkan. Demikian pula terkadang dikemukakan secara ringkas dan kadang-kadang secara panjang.
 Menjelaskan ke balaqhan Al-Qur’an dalam tingkatan yang paling tinggi, sebab diantara keistimewaan balaqhan adalah mengungkap buah makna dalam berbagai macam bentuk yang berbeda.
 Menunjukkan kehebatan mu’jizat Qur’an. Sebab mengungkapkan sesuatu makna dalam berbagai bentuk susunan kalimat di mana satu bentukpun tidak dapa ditandingi oleh satrawan Arab, membuat tantangan dahsyat dan bakti bahwa Qur’an itu datang dari Allah.
 Memberikan perhatian besar terhadap kisah tersebut arena pesan-pesannya lebih mantap dan melekat ke dalam jiwa. Hal ini merupakan salah satu cara pengukuhan dan besarnya perhatian.
 Perbedaan tujuan yang karenanya kisah itu diungkapkan sebagian dari makna-maknanya diterangkan disatu tempat, karena itulah yang diperlukan sedangkan makna-makna lainnya ditempatkan ditempat yang lain, sesuai dengan tuntutan kandungan keadaan.

D. Kisah-Kisah Dalam Qur’an Adalah Kenyataan Bukan Khayalan
Adalah pantas disini dikemukakan bahwa seorang mengajukan disertai untuk memperoleh gelar doktor dari Mesir yang judulnya adalah al-Fannul Qasasiy Fil Qur’an disertasi tersebut telah menimbulkan perdebatan panjang pada tahun 1367 H.
Seorang muslim sejati adalah orang yang beriman bahwa Qur’an adalah kalamullah dan suci dari pemerian artistik yang tidak memperhatikan realita sejarah.
Kisah qur’an tidak lain adalah hakikat dan fakta sejaranh yang dituangkan dalam untaian kata-kata indah dan pilihan serta dalamuslub yang mempesona. Ia diturunkan dari sis yang maha pandai, maha bijaksana. Apabila orang-orang terhormat dikalangan masyarakat enggan berkata dusta dan menganggapnya sebagai perbuatan hina paling buruk yang dapat merendahkan martabat kemanusiaan maka bagaimana seorang yang berakal dapat menghubungkan kedustaan kepada kalam Yang Maha Mulia Dan Yang Maha Agung?.

E. Pengaruh Kisah-Kisah Qur’an Dalam Pendidikan Dan Pengajaran
Tidak diragukan lagi bahwa kisah yang baik dan cermat akan digemari dan menembus relung jiwa manusia dengan mudah. Segenap perasaan mengikuti alur kisah tersebut merasa jemu ataupun kesal, serta dapat memetik dari keindahan tamnnya yang beraneka ragam bunga dan buah-buahan.
Pelajaran yang disampaikan dengan metode taiqhin dan ceramah akan menimbulkan kebosanan. Bahkan tidak dapat diikut sepenuhnya oleh generasi muda kecuali dengan sulit dan berat serta memerlukan waktu yang cukup lama pula.
Dalam kisah-kisah qur’ani terdapat lahan subur yang dapat membantu kesuksesan para pendidik dalam melaksanakan tugasnya dan membekali mereka dengan bekal kependidikan yang berupa peri hidup para Nabi, berita-berita tentang umat dahulu dan sunatullah dalam kehidupan masyarakat dan hal ihwal bangsa-bangsa.
REFERENSI

Muhammad Ahmad Khalafullah

Khalil al Khatan Manna, Studi Ilmu-Ilmu al-Qur’an. Bogor; Pustaka Litera Antar Nusa, 1996

Subhi, as-Shalih, Membahas-Membahas Ilmu-Ilmu al-Quran, Jakarta: Pustaka Pirdaus, 1985

Qathan al-Mana, Ulum al-Qur’an, Surabaya, Tafakur.1973

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s