DINASTI TURKI USMANI (1300-1923 M)


DINASTI TURKI USMANI (1300-1923 M)

A. Asal-Usul Dinasti Turki Usmani
Menurut Syafiq A. Mughni dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam di Kawasan Turki, bahwa asal-usul orang Turki Usmani dari suku Kayi yang berasal dari wilayah Asia Tengah. Pemimpin mereka Sulaiman Syah meninggalkan kampungnya karena dikejar-kejar olleh bangsa Mongol. Mereka dilindungi oleh penguasa al-Khawarizmi, Jala al-Din (1219-1220 M) di Transoxania. Dari sana Sulaiman melanjutkan perjalanannya ke Asia Kecil dan disanalah mereka menetap. Setelah ancaman Mongol reda Sulaiman ingin melanjutkan perjalannya ke Syam, namun di tengah jalan, sewaktu menyeberangi Sungai Eufhrat terjadi banjir besar, Sulaiman tergelincir dan hanyut, Sulaiman tewas pada kecelakaan tersebut pada tahun 1228 M.
Sulaiman meninggalkan empat orang putra. Dua orang dari mereka yaitu Sangur Takin dan Kwan Tougday, kembali pulang ke kampung halamannya di Asia Tengah. Dua orang yang lain yaitu Ortoghrol daan Dandan melanjutkan cita-cita semula pergi hijrah, lalu mereka dengan pengikutnya terus ke Asia Kecil, sehingga mereka sampai ke kota Erzerum di Anatolia. Mereka mendirikan tenda-tenda dan mengangkat Orthogrol sebagai pemimpin mereka.
Orthogrol akhirnya menghambakan dirinya kepada Sultan Ala al-Din II dari Turki Saljuk Rum yang pemerintahannya berpusat di Konya, Anatolia, Asia Kecil dan dia diberikan oleh Sultan wilayah untuk bercocok tanamdan mengembalakan ternak. Dan dia membantu bangsa Saljuk yang berperang dengan bangsa Romawi dan bantuan itu membuat bangsa Saljuk menang. Sultan sangat gembira dengan kemenangan tersebut dan memberikan hadiah kepada Orthogrol wilayah yang berbatasan dengan Bizantium..
Orthogrol dan pasukannya mendapat kepercayaan dalam bidang militer dan menjadi tulang punggung yang terpercaya dalam peperangan serta membina Administrasi pemerintahan. Orthogrol meninggal pada tahun 1281 M. Dan Usman diangkat untuk menggantikan ayahnya dan diiberi hak istimewa oleh Sultan.
Ketika Sultan Alauddin wafat pada tahun 1300. Terjadi kekosongan kekuasaan dan dalam keadaan ini Usman memerdekakan diri bertahan terhadap serangan Mongol dan para penguasa yang selamat diangkatnya menjadi pemimpin. Dengan demikian beridirila kerajaan Turki Usmani yang dipimpin oleh Usman yang bergelar Padisyah al-Usman.
B. Kemajuan Dinasti Turki Usmani
1. Dalam bidang Politik dan Pemerintahan
a. Sultan Turki Usmani
Pada mulanya raja-raja Turki Usmani bergelar sultan. Sejak Sultan Salim I dapat menaklukan kerajaan Mamuluk di Mesir pada tahun 1517 M, maka sejak itu Sultan Salim memakai gelar khalifah di samping gelar sultan Pada dirinya. Sultan menguasai kekuasaan duniawii.dan khalifah berkuasa di bidang Agama
b. Kekuasaan Sultan
Pada umumnya para sultan Usmani berkuasa secara mutlak (absolute) dan dictator
c. Para Pembantu Sultan
Dalam menjalankan roda pemerintahan di bidang temporar (duniawi)
2. Dalam Bidang Militer
Kerajaan Turki Usmani berdiri berkat ketangguhan militernya,walaupun dari segi susunan keorganisasiannya.boleh dikatakan kurang rapi, namun kekuatan militer dapat disusun. Mereka hanya memandang bahwa dirinya adalah pemimpin yang berhak memperoleh gaji. Setelah itu penguasa Turki Usmani maka segera dibentuk. Tentara yang baru yang berasal dari.bangsa non-Turki.

3. Dalam bidang ekomoni
Kerajaan Turki Usmani merupakan Negara yang sangat luas, dengan luasnya wilayah ini telah membantu pemasukan perekonomian kerajaan baik itu dari harta rampasan perang, pembayaran pajak tanah dan juga hasil dari penggarapan tanah yang disebut Timar.
C. Kemunduran dan kejatuhan Dinasti Turki Usmani
– Proses Kemunduran
Sejarawan sepakat mengatakan awal kemunduran bermula sejak wafatnya Sultan Salim II (1566 M) Setelah Sultan Sulaiman yang agung, kerajaan Turki Usmani tidak lagi mempunyai sultan-sultan yang diunggulkan. Pada Tahun 1571 terjadilah pertempuran antara armada laut Turki Usmani yang dipimpin oleh sultan Salim II dengan armada laut yang terdiri dari angkata laut spanyol. Apalagi ditambah dengan banyaknya masalah dari dalam kerajaan itu sendiri apalagi faktor yang bberada di luar kerajaan.

DINASTI SAFAWI DI PERSIA (1501-1732 M)
A. Asal-Usul Dinasti Safawi
Menurut pendapat P.M Holt bahwa Safawi berasal dari “shafi” yaitu bagian nama dari seseorang. Adapun Negara Safawi secara resmi berdiri di Persia.

B. Masa Kemajuan Dinasti Safawi
Syah Ismail berkuasa lebih kurang 23 tahun dari tahun 1501-1524 M, selama sepuluh tahun yang pertama syah Ismail berhasil memperluas wilayah kerajaan Safawi mencakup seluruh daerah Persia dan sebelah timur Fortile Crescent. Keberhasilan ini tidak lain hanya atas keberaniannya untuk melawan musuh, Syah Ismail berhasil menaklukan daerah Sirwan, ajarbeyjan dan Irak.
Syah Ismail dianggap oleh pengikutnya, Qizilbash sebagai raja yang mengandung unsur ketuhanan dan pernah dirinya menganggap sebagai “manifestasi Tuhan”. Hal ini menjadi kendur ketika ia mengalami kegagalan pertempuran dengan Turki Usmani. Setelah Syah Ismail meninggal dunia pada tahun 1524 M, naik tahta kerajaan safawi yang beberapa orang Syah sampai kepada seorang Syah yang terkenal yakni Syah Abbas dan membawa kerajaan Safawi ke puncak kejayaan.

C. Kemajuan-kemajuan pada masa Syah Abbas
Dalam bidang politik beliau membangun angkatan senjata yang kuat dan besar bagi kerajaan safawi. Dalam bidang ekonomi khususnya dalam bidang perdagangan karena bertambah ramainya perdagangan internasional di lautan. Dalam bidang ilmu pengetahuan khususnya ilmu filsafat dan ilmu pengetahuan bangkit kembali di dunia Islam.Khususnya dikalangan orang Persia tapi pada syah Abbas I ini ilmu pengetahuan tentang sains secara umum tidak berkembang berbeda dengan masa Abbasiyah. Dan kemajuan di bidang pembangunan fisik dan seni yang terkenal pada saat itu adalah pembangunan kota Isfahan. Yang dijadikan ibu kota sebelumnya ialah Tabriz.

D. Kemunduran dan kehancuran Dinasti Safawi.
Pada masa Syah Husein, karena kelemahannya pemerintahan banyak dis yang beraliran serahkan kepada ulama syi’ah yang sangat fanatic. Sehingga ulama tersebut melakukan banyak kekejaman terhadap rakyat yang beraliran sunni serta pembunuhan terhadap ulama-ulama sunni, inilah yang menimbulkan pemberontakan yang membawa kepada kehancuran kerajaan safawi pada tahun 1722.

DINASTI MUGHAL DI INDIA (1526-1858 M)
A. Islam masuk ke India
Penyebaran agama Islam ke India sebenarnya telah dirintis sejak zaman khulafa Al-Rasyidin. Keberhasilan diraih di tangan pahlawan Islam yaitu Muhammad Ibnu Qasim pada zaman pemerintahan Al-Walid. Dia berhasil menerobos menaklukkan ke daerah-daerah sind dan kawasan Punjab bagian bawah.
Dalam usaha menyebarkan Islam di India para pedagang yang langsung datang dari Arab selain membawa barang dagangan, mereka juga memperkenalkan ajaran Islam dan terus membina hubungan dengan para relasi. Islam masuk ke India cepat sekali mendapat sambutan dari penduduk lapisan bawah, karena Islam membawa dan menegakkan prinsip-prinsip persamaan, kemerdekaan dan persaudaraan.

B. Kemajuan-kemajuan yang di Capai Pemerintahan Mughal.
1. Bidang Militer.
Keberhasilan akhbar di dalam ekspansi militer menandai kerajaan Muqhal sebagai sebuah kerajaan besar. Dua gerbang India dapat dikuasainya yaitu Kabul sebagai gerbang ke arah Turkistan dan kota Kandahar sebagai gerbang ke arah Persia dan ini yang mengawali masa kemajuan Mughal di India.
2. Bidang Politik
Akbar juga menerapkan apa yang dinamakan dengan politik Sulakhul (toleransi Universal). Dengan politik itu semua masyarakat yang ada di India dipandang sama kedudukannya.
3. Bidang Agama
Pada masa kerajaan Islam Mughal mereka mendapat tempat dan penghargaan yang tinggi. Begitu juga dengan emansipasi wanita berkat ajaran Islam, harkat dan martabat kaum wanita terangkat.
4. Bidang Seni dan Kebudayaan
Bidang seni dan budaya juga berkembang, karya seni yang menonjol adalah karya sastra, bahasa dan seni arsitektur. Seni sastra ini berkembang karena penyiar.
C. Faktor-Faktor Kemunduran dan Kehancuran Dinasti Mughal.
Setelah aurangzeb wafat timbullah gerakan-gerakan separatis dan penguasa-penguasa Mughal pun mempunyai watak yang lemah dan akibatnya perekonomian di negara pun ikut menurun dan bermacam-macam serangan, hadirnya penjajah Inggris membawa langsung kehancuran Mughal.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s