PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DALAM PENDIDIKAN ISLAM


PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Pendidikan merupakan suatu proses pembentukan kepribadian manusia. Sebagai suatu proses, pendidikan tidak hanya berlangsung pada suatu saat saja. Akan tetapi harus berlangsung secara berkelanjutan. Dari sinilah muncul istilah pendidikan seumur hidup (life long education) atau pendidikan terus menerus (continuing education). )
Islam juga telah menggariskan pendidikan seumur hidup. Rasulullah SAW bersabda: “tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat “. Lepas dari sahih atau tidaknya pendapat tersebut, namun itu memberikan masukan yang cukup berharga bagi pendidikan. Di samping itu, pendapat ini tidak bertentangan dengan ajaran al-qur’an dan hadits.

A.KONSEP DASAR PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP
Dalam GBHN dinyatakan bahwa ”pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan didalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah ”. )
Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus-menerus (kontinu) dari bayi sampai meninggal dunia. Konsep ini sesuai dengan konsep islam, hadis Nabi Muhammad SAW, yang menganjurkan belajar dari buaian sampai ke liang kubur.
Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas, bahwa pendidikan adalah suatu proses yang berkelangsungan (kontinu) dari bayi sampai meninggal dunia.
Asas pendidikan seumur hidup itu akan mengubah pandangan tentang status dan fungsi sekolah, dimana tugas utama pendidikan sekolah adalah mengajar anak didik bagaimana caranya belajar, peranan guru terutama adalah sebagai motivator dan penunjuk jalan anak didik dalam hal belajar, sekolah sebagai kegiatan belajar (learning centre) bagi masyarakat sekitarnya. Sehingga dalam rangka pandangan mengenai pendidikan seumur hidup, maka semua orang secara potensial merupakan anak didik.)
B.PRIODE PRA KONSEPSI
Priode pra konsepsi sama halnya denagan fase pemilihan jodoh dalam pendidikan pra natal. fase ini adalah priode persiapan untuk menghadapi hidup baru yaitu berkeluarga.
Menurut R.I. Suhartin, memilih jodoh harus ada syarat dan kriterianya. Sebaiknya jodoh yang dipilih sudah dewasa agar tidak mengalami kesulitan dalam berkeluarga. Dan syarat khusus tentunya dengan selera masing-masing. Namun syarat yang terpenting adalah saling mencintai.
Rasulullah telah memberikan gambaran dalam haditsnya mengenai pemilihan calon istri atau acalon suami.
a. Pemilihan Calon Istri
Sabda Nabi SAW ”wanita itu dinikahi karna empat pertimbangan; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karna agamanya. Dapatkanlah wanita yang memiliki agama, akan beruntunglah kamu. (HR. Bukhori Muslim)”.)
Dari beberapa hadits Rasulullah, maka dapat diambil beberapa syarat yang penting untuk memilih calon istri diantaranya :
a) Saling mencintai
b) Memilih wanita karna agamanya agar nantinya mendapat berkah dari Allah SWT. Sebab orang yang memilih kemuliaan seseoang akan mendapatkan kehinaan, jika memilih karena hartanya maka akan mendapatkan kemiskinan, jika memilih karena kedudukan maka akan memperoleh kerendahan.
c) Wanita yang sholeh
d) Sama derajatnya dengan calon mempelai
e) Wanita yang hidup dalam lingkunngan yang baik
f) Wanita yang jauh keturunannya dan jangan memilih wanita wanita yang dekat sebab dapat menurunkan anak yang lemah jasmani dan bodoh
g) Wanita yang gadis dan subur(bisa melahirkan)
b. Pemilihan Calon Suami
Rasulullah bersabda :
yang artinya :
Apabila kamu sekalian didatangi olehseorang yang agama dan akhlaknya kamu ridhai, maka kawinkanlahia, jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan menjadi fitnah dimuka bumi ini dan tersebarlah kerusakan. (HR. Tarmidzi)
Hadits itu tidak hanya di ungkapkan Nabi SAW untuk menjelaskan alternatif pemilihan istri atau suami semata, melainkan lebih dari itu. yang lebih penting adalah peningkatan martabat manusia dimasa depan, melalui upaya pendidikan.
Rasulullah tidak hanya menganjurkan kepada seorang pria untuk memilih calon istri yang taat beragama, akan tetapi juga menganjurkan kepada perempuan untuk memilih calon suami yang taat beragama.
C.PENDIDIKAN PRANATAL (TARBIYAH QABL AL-WILADAH)
Pendidikan pranatal adalah pendidikan sebelum masa melahirkan. Masa ini ditandai dengan pemilihan jodoh, pernikahan dan kehamilan.

1. Fase perkawinan /pernikahan

Ada beberapa aspek yang dijelaskan oleh syariat islam yang berhubungan dengan anjuranpernikahan/perkawinan diantaranya:
a) perkawinan merupakan sunnah, RasulullahSabda Nabi”siapa saja yang mampu untuk menikah, namun ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku (H.R. Thabrani dan Baihaki)perkawinan untuk
b) ketentraman dan kasih sayang, Firman Allah SWT ”dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah, doia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendirisupaya kamu cendrung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”(QS, Al-Rum : 21).
c) perkawinan untuk mendapatkan keturunan,
d) Firman Allah SWT”Allah telah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu” (QS.An Nahl : 72)
e) Perkawinan untuk memelihara pandangan dan menjaga kemaluan dari kemaksiatan.
Setelah calon dipilih, diadakan peminangan, dan selanjutnya diadakan pernikahan.

2.Fase Kehamilan
Tahap ini sudah selangkah lebih maju dari yang pertama. masa pasca konsepsi disebut juga dengan masa kehamilan. Secara umum masa ini berlangsung kurang lebih 9 bulan 10 hari. walau masa ini relatif lebih pendek dari masa selainnya, namun priode ini memberikan makna yang sangat penting bagi proses pembentukan kepribadian manusia berikutnya.
Islam melihat dari aspek penddidikan ada tiga faktor untuk dibicarakan. Pertama, harus diyakini bahwa priode dalam kandungan pasti bermula dari adanya kehidupan (al-hayat). Kedua setelah berbentuk sekerat daging, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya. Ketiga ada satu aspek lagi bagi si janin pada masa dalam kandungan, yaitu aspek aganma.
Pada masa itu hubungan janin sangat erat dengan ibunya, untuk itu sang ibu berkewajiban memelihara kandungannya, antara lain:
1) Makan makanan yang bergizi,
2) Menghindari benturan,
3) Menjaga emosi dan perasaan sedih,
4) Menjauhi minuman keras,
5) Menjaga rahim agar jangan terkena penyakit,
Oleh karna itu pendidikan sudah dimulai sejak anak dalam masa kandungan.
Proses pendidikan itu dilaksanakan dengan secara tidak langsung, seperti berikut:
a) Ibu yang hamil harus mendo’akan anaknya,
b) Ibu harus selalu menjaga dirinya degan memakan makanan dan minuman yang halal,
c) Ikhlas mendidik anak,
d) Suami harus memenuhi kebutuhan istri,
e) Mendekatkan diri kepada Allah,
f) Kedua orang tua harus berakhlak mulia.akhlak mulia yang harus dimiliki orang tua adalah: kasih sayang, sopan dan lemah lembut, pemaaf, dan rukun dalam keluarga dan tetangga.

D.PENDIDIKAN PASCA NATAL (TARBIYAH BA’DA AL-WILADAH)
1.Fase bayi
Fase bayi ialah fase masa kehidupan manusia terhitung dari saat kelahiran sampai kira-kira berumur dua tahun. Perkembangan yang menonjol pada saat itu adalah pendengaran. Firman Allah ”Dia yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, tetapi amat sedikit kamu bersyukur”.
Hal yang harus dilakukan orang tua terhadap anaknya:
a. Mengeluarkan zakat fitrah.
b. Mendapat hak waris.
c. Menyampaikan kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahiran.
d. Menyuarakan azan dan iqamah di telinga bayi.
e. Aqiqah.
f. Memberi nama.
2.Fase kanak-kanak
Fase kanak-kanak disebut sebagai masa estetika, masa indera, dan masa menentang orang tua. Masa bayi ini dibagi dua fase, yaitu fase anal dan pra sekolah.
Fase anal (1-3 tahun), pada masa ini kecerdasan anak ditimgkatkan dengan cara, memberikan makanan yang baik, dan anak selalu diajak berkomunikasi dengan macam-macam permainan yang cocok dengan usianya.
Fase pra sekolah (3-6 tahun), karakteristik anak pada masa ini adalah :
1) Dapat mengontrol tindakan.
2) Selalu ingin bergerak
3) Berusaha mengenal lingkungan
4) Perkembangan yang cepat dalam berbiara
5) Senantiasa ingin memiliki sesuatu
6) Mulai membedakan yang benar dan yang salah
3.Fase anak-anak (6-12 tahun)
Karateristiknya:
1) Anak mulai bersekolah
2) Guru mulai menjadi pujaannya
3) Gigi tetap mulai tumbuh
4) Mulai malu apabila auratnya dilihat orang
5) Hubungan anak dengan ayah semakin dekat
6) Anak suka sekali menghafal
4.Fase remaja
Awal remaja ditandai dengan dimulainya keguncangan, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Proses terbentuknya pedirian hidup dipandang sebagai penemuan nilai-nilai hidup. Menurut Sumardi Suryabrata proses tersebut melalui tiga langkah :
a) Karena tidak ada pedoman, si remaja merindukan sesuatu yang dianggap bernilai, pantas dihargai dan dipuja.
b) Pada taraf kedua, objek pemujaan itu telah mulai lebih jelas, yaitu pribadi-pribadi yang dianggap mendukung sesuatu nilai.
c) Pada taraf yang ketiga, si remaja telah dapat menghargai nilai-nilai lepas dari pendukungnya.
5.Fase dewasa
Usia dewasa dimulai sejak berakhirnya kegoncangan-kegoncangan kejiwaan pada masa remaja. Maka uasia dewasa dikatakan masa ketenangan jiwa, ketetapan hati dan kemanan yang tegas.
a) fase dewasa dini, yaitu masa pencarian kemantapan, yaitu suau masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional.
b) Fase dewasa madya, (40-60 tahun), masa ini ditandai dengan adanya perubahan-perubahan jasmani dan mental. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik, sering pula diikuti dengan penurunan daya ingat.
c) Fase dewasa akhir, ciri-ciri fase dewasa akhir adalah:merupakan priode kemunduran, perbedaan individual, usia tua dinilai dengan kriteria yang berbeda.
E.STRATEGI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP

1.Konsep-konsep kunci Pendidikan Seumur Hidup

a.Konsep Pendidikan Seumur Hidup ItuSendiri
pendidikan seumur hidup diartikan sebagai tujuan dan pengalaman-pengalaman pendidikan. Hal ini berarti pendidikan akan meliputi seluruh rentang usia.
b.Konsep Belajar Seumur Hidup
istilah belajar ini merupakan kegiatan yang dikelola walaupun tanpa organisasi sekolah.
c.Konsep Pelajar Seumur Hidup
untuk mengatasi problema, perlu adanya sistem pendidikan yang bertujuan membantu perkembangan orang-orang untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka seumur hidup.
d.Kurikulum Yang Membantu Pendidikan Seumur Hidup
Kurikulum harus didesain atas dasar asa pendidikan seumur hidup. Kurikulum yang demikian merupakan kurikulum yang praktis untuk mencapai tujuan pendidikan.
2.Arah Pendidikan Seumur Hidup
Pada umumnya pendidikan seumur hidup diarahkan pada orang-orang dewasa dan pada anak-anak dalam rangka penambahan pengetahuan dan ktrampilan mereka yang sangat dibutuhkan dalam hidup.

3 Komentar

  1. bisa mnta tolong nggak, bwtkan makalah tentang PANDANGAN ISLAM TENTANG PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP (live long education)…. sya pngen tahu pak, klw sdh tlong krmkan ke alamat email saya…. trima kasih bnyak pak.

  2. thanks


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s