BA’I MURABAHAH DAN PERMASALAHANNYA


BA’I MURABAHAH DAN PERMASALAHANNYA

A. Pengertian Jual Beli Murabahah
Jual beli atau dalam bahasa arab al-bai’menurut etimologi adalah:
مقابلة شيء بشيء
Artinya : Tukar menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain.
البيع معناه لغة مطلق المبادلة
Artinya : Pengertian jual beli menurut bahasa adalah tukar menukar secara mutlak .

Dari pengertian tersebut dapat di pahami bahwa jual beli menurut bahasa adalah tukar menukar apa saja ,baik antara barang dengan barang, barang dengan uang ,atau uang dengan uang.pengertian ini diambil dari firman Allah dalam surat al-baqarah ayat 16:
           
Artinya : Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
Dalam ayat ini kesesatan di tukar dengan petunjuk .dalam ayat yaitu surat at-taubah ayat 111, dinyatakan bahwa harta dan jiwa di tukar dengan ayat tersebut berbunyi:
 •         •                                 
Artinya : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan member ikan surge untuk mereka ,mereka berperang pada jalan Allah ;lalu mereka membunuh atau terbunuh.(itu telah menjadi)janji yang benar dari allah di dalam taurat ,injil,dan al-qur’an.dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain)daripada allah ?maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu ,itulah kemenangan yang besar.
lafal al-ba’(jual beli)dan asy-syira (beli)kadang –kadang di gunakan untuk satu arti yang sama.jual di artikan beli,beli di artikan jual.misalnya dalam firman allah dalam surat yusuf ayat 20:
        • 
Artinya: Dan mereka menjual yusuf dengan harga yang murah ,yaitu berapa dirham saja ,dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kpada yusuf
Dalam ayat ini lafal شَرَوْهُ (menbeli) digunakan untuk arti بَاعُوْهُ (menjual) Ini menunjukan bahwa kedua lafal musyatarak untuk arti yang berlawanan.
Dalam pengertian istilah syara’terdapat beberapa defenisi yang di kemukakan oleh ulama mazhab .
a. Hanafiah, sebagaimana dikemukakan oleh ali fikri, menyatakan bahwa jual beli memiliki dua arti.
1) Arti khusus
Yaitu:
وهو بيع العين بالنقدين (النهب والفضة) ونحوهما, أومبادلة انسلعة بالنقد أونحوه على وجه مخصوص
Artinya: Jual beli adalah menukar benda dengan dua mata uang (emas dan perak)dan semacam nya ,atau tukar menukar barang dengan uang atau semacamnya menurut cara khusus.
2) Arti umum
Yaitu:
وهومبادلة المال بالمال على وجه مخصوص, فالمال يشمل ماكان ذاتا أنفدا

Artinya: Jual beli adalah tukar menukar harta dengan harta menurut cara yang khusus ,harta mencakup zat (barang)atau uang.
b. Malikiah, seperti halnya dengan hanafiah ,menyatakan bahwa jual beli mempunyai dua arti umum dan arti khusus .pengertian jual beli umum adalah sbagai berikut:
فهو عقد معاو ضة على غير منافع ولا متعة لذة
Artinya: Jual beli adalah akad mu’adah (timbal balik)atas selain manfaat dan bukan pula untuk menikmati kesenangan.
Dari defenisi tersebut dapat di pahami bahwa jual beli adlah akad mu’adah yakni akad yang di lakukan oleh dua pihak ,yaitu penjual dan pembeli.yang objeknya bukan manfaat ,yakni benda dan bukan untuk kenikmatan social .
Sedangkan jual beli dalam arti khusus adalah sebagai berikut:
Jual beli adalah akad mu’adah (timbal balik) atas selain manfaat dan bukan pula untuk menikmati kesenangan,bersifat mengalahkan salah satu imbalannya bukan emas dan bukan perak objeknya jelas dan bukan utang.
c. Syafi’ah memberikan jual beli sebagai berikut:
Jual beli menurut syara’adalah suatu akad yang mengandung tukar menukar harta dengan harta dengan syarat yang akan di uraikan nanti untuk memperoleh kepemilikan atas benda atau manfaat untuk waktu selamanya.
d. Hanabilah memberikan defenisi jual beli sebagai berikut:
Pengertian jual beli menurut syara’adalah tukar menukar harta dengan harta atau tukar menukar manfaat yang mubah dengan manfaat yang mubah untuk waktu selamanya ,bukan riba ,bukan utang.
Dari beberapa defenisi yang dikemukakan oleh para ulama mazhab tersebut dapat diambil intisari bahwa:
1) Jual beli adalah akad mu’adah ,yakni akad yang di lakukan oleh dua pihak ,dimana pihak pertama menyerahkan barang dan pihak kedua menyerahkan imbalan, baiki berupa uang maupun barang.
2) Syafi’i dan hanabilah mengemukakan bahwa objek jual beli bukan hanya barang (benda),tetapi juga manfaat ,dengan syarat tukar menukar berlaku selamanya ,bukan untuk sementara .dengan demikian ,ijarah(sewa-menyewa) tidak termasuk jual beli karena manfaat digunakan untuk sementara ,yaitu selama waktu yang ditetapkan dalam perjanjian.demikian pula ijarah yang di lakukan timbale balik(saling pinjam),tidak termasuk jual beli ,karena manfaatnya hanya berlaku sementara waktu.
B. Dasar Hukum Jual Beli
Di tinjau dari hokum dan sifat jual beli,jumhur ulama membagi jual beli menjadi dua macam,yaitu:
1. Jual beli sah(sahih)
Adalah jual beli yang memenuhi syara’.baik rukun maupun syaratnya.
2. jual beli tidak sah
Adalah jual beli yang tidak memenuhi salah satu syarat dan rukun sehingga jual beli menjadi rusak(fasid) atau batal .
Menurut ulama jumhur ulama,rusak dan batal memilki arti yang sama.adapun ulama hanafiah membagi hokum dan sifat jual beli menjadi sah,batal ,dan rusak.
Perbedaan pendapat antara jumhur ulama dan ulama hanafiyah berpangkal pada jual beli atau akad yang tidak memenuhi ketentuan syara’.
Penjelasan tentang jual beli sahih,fasad,dan batal adalah sebagai berikut:
1. Jual beli sahih
Adalah jual beli yang memenuhi ketentuan syariat,h ukumnya; sesuatu yang diperjual belikan menjadi milik yang melakukan akad.
2. Jual beli batal
Adalah jual beli yang tidak memenuhi salah satu rukun, atau tidak sesuai dengan syariat, yakni orang yang akad bukan ahlinya, seperti jual beli yang di lakukan oleh orang gila dan anak kecil.
3. Jual beli rusak
Adalah jual beli yang sesuai dengan ketentuan syariat pada asalnya tetapi tidak sesuai dengan syariat pada sifatnya,
Seperti jual beli yang dilakukan oleh orang yang mumayyiz tetapi bodoh sehingga menimbulkan pertentangan.
Dalam masalah ibadah ulama hanafiyah sepakat dengan jumhur ulama bahwa batal dan fasad itu adalah sama.
Jual beli merupakan akad yang dibolehkan berdasarkan al-qur’an dan sunnah , dan ijma’ para ulama .di lihat dari aspek hokum jual beli hukumnya mubah ,kecuali jual beli yang di larang oleh syara’.

1) Adapun dasar hokum dari al-qur’an antara lain :
a. Surat al-baqarah ayat 275:
•    
Artinya: Padahal allah yang telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

b. Surat al-baqarah ayat 282:
                •          
Artinya: dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli ;dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan .jika kamu lakukan (yang demikian),maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu dan bertakwalah kepada allah ;allah mengajarmu; dan allah maha mengetahui segala sesuatu.
c. Surat an-nisa ayat 29
                    •     
Artinya: Hai orang-orang yang beriman ,janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil ,kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu dan janganlah kamu membunuh dirimu ;sesungguhnya allah adalah maha penyayang padamu.
2) Dasar hokum dari sunnah
a. Hadist rafa’ah dari rafi
Dari rafa’ah ibnu rafi ‘bahwa nabi saw ditanya usaha apakah yang paling baik, nabi menjawab: usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur,(diriwayatkan oleh al-bazzar dan dishabihkan oleh al-hakim).
C. Rukun Dan Syarat Murabahah
Mengenai rukun dan syarat murabahah pada dasarnya sama dengan jual beli biasa.namun ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar jual beli muamalah :
1. Harga pokok diketahui oleh pembeli kedua ,jika harga pokok tidak diketahui maka jual beli murabahah menjadi fasid.
2. Keuntungan diketahui karena keuntungan merupakan bagian dari harga.
3. Modal merupakan mal masliyyat (benda yang perbandingannya di pasaran), seperti benda yang di ukur ,benda yang di timbang ,benda yang di hitung.
4. Murabbaha tidak boleh di lakukan terhadap harta riba dan memunculkan tiba karena di nisbahkan pada harga pokok ,seperti seseorang membeli barang yang di tukar /di timbang dan jenis yang sama ,maka tidak boleh baginya untuk menjual barang tersebut secara murabahah ,karena murabahah adalah jual beli dengan harga pokok dan tambahan laba, sedangkan tambahan pada harta riba adalah riba bukan laba .
5. Akad yang di lakukan yang pertama adalah sah ,jika akad yang pertama di lakukan adalah fasid maka murabahah tidak boleh di lakukan.

D. Transparansi Dalam Jual Beli Murabahah
Jual beli murabahah merupakan jual beli amanah, dimana penjual mempunyai amanah untuk menjelaskan harga pokok /modal kepada pembeli dengan sebenarnya. artinya penjual harus bersikap jujur dan berkata kepada pembeli tentang harga pokok barang yang akan di jualnya secara murabahah .
Dalam jual beli murabahah ,penjual harus menjaga dirinya dari perbuatan khianat dan berlaku curang kepada pembeli;
Dalam hal ini allah berfirman;
Artinya: hai orang-orang yang beriman janganlah kamu berkhianat apa yang di amanatkan kepadamu ,sedangkan kamu mengetahui
Apabila terdapat yang cacat pada barang .baik di tangan penjual ataupun pembeli tidak boleh di jual secara murabahah sehingga cacat tersebut di jelaskan sejujurnya.kalau seseorang membeli pakaian seharga sepuluh dirham kemudian di tulisnya lebih dari harga tersebut,lalu dijual secara murabahah berdasarkan tulisan itu tanpa ada penjelasan dibolehkan dan tidak termasuk pengkhianatan karena dia benar dari segi penyebutan tulisan.
E. Plikasi Murabahah Dalam Perbankan Syari’ah
Dalam perbankan syari’ah akan murabahah yakni pembiayaan dalam bentuk jual barang dengan modal pokok di tambah dengan keuntungan (margin)yang disepakati antara nasabah dan bank.pada pembiayaan murabahah ini nasabah dan bank syari’ah melakukan kesempatan untuk melakukan transaksi pembiayaan berdasarkan prinsip jual beli .dimana bank bersedia membiayai pengadaan barang yang di butuhkan nasabah di tambah dengan margin keuntungan yang telah disepakati ,kemudian nasabah membayar sesuai dengan jangka waktu yang disepakati

DAFTAR PUSTAKA

Syafi’I Rachmad , Fiqh Muamalah ,PT CV pustaka setia, Bandung ,Maret 2001
Rozalinda, Fiqh Muamalah Dan Aplikasinya Di Perbankan Syari’ah, Hayfa Press, Padang Oktober 2005
Muslich Wardi Ahmad, Fiqh Muamalah, Jakarta 2010
Djuwaini Dimyahuddinp, Pengantar Fiqih Muamalah, Pustaka Pelajar, Jogyakarta 2008

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.